Friday, October 28, 2005

Kenali dan atasi gejala stress

Kenali dan atasi gejala stress

Dalam tahap ringan, stres dan depresi sebenarnya bermanfaat bagi Anda. Kadar adrenalin yang meningkat seiring dengan datangnya stres menolong Anda saat menyeberangi lalu lintas yang padat atau menyelesaikan tugas pada tenggat waktu yang ditentukan, misalnya. Namun, stres dan depresi dalam tahap lanjut bisa membahayakan kesehatan Anda: menurunkan gairah seks, mempermudah Anda terserang flu atau infeksi lainnya, bahkan dapat menyebabkan darah tinggi atau serangan jantung! Uji diri Anda untuk mengenali dan mengatasi gejala stres dan depresi.
1. Jika berpikir tentang membayar tagihan-tagihan bulanan saja bisa membuat Anda stres, apa yang sebaiknya Anda lakukan?
a.Tidak terlalu memikirkannya, nanti juga selesai dengan sendirinya.
b.Menyelesaikannya secepat mungkin.
c.Mencari suasana baru dengan bepergian keluar kota di akhir pekan.
2. Jika Anda sering merasa stres, sebaiknya Anda mempunyai hewan peliharaan.
a.Benar.
b.Salah.
3. Ketika Anda merasa sedih atau marah, lebih baik perasaan tersebut dikeluarkan untuk mencegahnya ‘meledak’ kemudian.
a.Benar.
b.Salah.
4. Manakah diantara pilihan-pilihan ini yang merupakan cara terbaik melepaskan stres?
a.Berbagi minuman beralkohol dengan pasangan Anda.
b.Berbelanja dan memanjakan diri.
c.Menghabiskan waktu sendirian dengan membaca buku
d.Tertawa bersama teman.
5. Jika Anda merasa stres di kantor, sebaiknya Anda mendelegasikan tugas yang membutuhkan pengambilan keputusan dan mengerjakan tugas-tugas rutin sebagai gantinya.
a.Benar.
b.Salah.
6. Anda sebaiknya mengambil kesempatan untuk beristirahat, bahkan di hari yang sangat sibuk sekalipun.
a.Benar.
b.Salah.
7. Manakah diantara makanan di bawah ini yang membantu menangkal dampak stres?
a.Seledri.
b.Cokelat.
c.Pisang.
d.Semua benar.
8. Dibandingkan dengan pria, kecenderungan wanita untuk mengalami stres selama hidupnya dua kali lipat lebih besar.
a.Benar.
b.Salah.
9. Manakah di antara tanda-tanda di bawah ini yang bukan merupakan gejala stres?
a.Rasa lelah yang tak kunjung hilang.
b.Kehilangan selera makan.
c.Kegelisahan.
d.Rasa marah dan permusuhan.
e.Tidak satu pun.
10. Manakah diantara tanda-tanda di bawah ini yang merupakan gejala stres pada pekerja?
a.Workaholic.
b.Sering absen.
c.Teledor atau ceroboh.
d.Semua jawaban di atas.
e.Tidak satu pun jawaban di atas.
11. Depresi merupakan penyakit keturunan dalam keluarga.
a.Benar.
b.Salah.
12. Manakah di antara tanda-tanda berikut yang bukan merupakan gejala depresi pada anak?
a.Rasa sedih yang berkepanjangan.
b.Suasana hati yang berubah-ubah.
c.Kehabisan tenaga.
d.Pulang larut malam.
e.Sakit kepala dan perut.


Jawaban:

1. b. Menyelesaikannya secepat mungkin. Riset membuktikan, perencanaan yang baik mengurangi risiko terkena stres dibandingkan jika Anda menunda segala sesuatunya hingga ke detik-detik terakhir. Lari dari masalah juga tidak akan membuat Anda bebas stres—karena masalah itu akan menghantui Anda nantinya.
2. a. Benar. Hewan peliharaan dapat mengusir rasa kesepian yang merupakan salah satu penyebab stres kronis. Membelai anjing atau kucing dapat menurunkan tekanan darah Anda secara drastis, dan memperhatikan tingkah mereka sehari-hari bisa membuat Anda tertawa sehingga dapat memicu sistem kekebalan tubuh Anda. Terlebih lagi, jika Anda memiliki anjing, Anda harus mengajaknya berjalan-jalan setiap hari—dan olahraga merupakan cara yang efektif untuk mengurangi stres.

3. b. Salah. Kita telah mendengar bahwa memendam kemarahan tak baik bagi tubuh karena bisa menyebabkan tekanan darah tinggi dan serangan jantung. Tapi mengeluarkannya saat rasa marah memuncak juga sama buruknya. Beberapa riset menunjukkan orang-orang yang ‘meledakkan’ kemarahan mereka memiliki risiko lebih besar untuk mengidap penyakit jantung koroner dibanding orang-orang yang tetap bersikap tenang. Jika rasa marah tak bisa dielakkan, lebih baik carilah cara untuk memperbaiki penyebabnya.

4. d. Tertawa bersama teman. Meski sangat menyenangkan untuk bisa sendirian selama beberapa waktu, namun tertawa merupakan pengusir stres yang ampuh karena dapat mengurangi kadar hormon stres dalam tubuh. Alkohol mungkin bisa menenangkan Anda sementara, namun ia juga meningkatkan hormon stres, kortisol. Berbelanja juga mungkin menyenangkan untuk sementara, namun saat Anda membayar tagihannya, stres Anda mungkin malah akan berlipat ganda.

5. b. Salah. Pekerjaan yang rutin tidak lebih bebas stres, meski tampaknya demikian. Penelitian menunjukkan, orang yang mengerjakan tugas monoton lebih sulit mengontrol irama dan durasi kerja mereka. Berbeda dengan orang-orang dengan tugas kreatif atau pengambil keputusan yang bisa memutuskan sendiri kapan dan bagaimana mereka bekerja.

6. a. Benar. Stres adalah lingkaran setan bagi tubuh, jiwa, dan pikiran Anda. Saat Anda stres karena pekerjaan, misalnya, Anda akan lebih stres lagi memikirkan dampak stres bagi kesehatan Anda. Sempatkan untuk beristirahat sejenak dari kesibukan Anda, lakukan meditasi, berdoa, atau apapun yang menenangkan Anda selama beberapa menit. Relaksasi bisa menurunkan stres tekanan darah, meredakan kecemasan, dan membantu Anda lebih terfokus pada pekerjaan.

7. c. Pisang. Saat Anda stres, jantung berdebar lebih cepat dan tekanan darah meninggi. Pisang kaya akan potasium, unsur penting yang mengatur tekanan derah; plus sumber kalori yang sehat. Cokelat (cocoa) memang sumber magnesium yang baik (unsur lain yang juga mengatur tekanan darah dan menjaga sistem kekebalan tubuh), tetapi ia juga merupakan stimulan yang membuat debar jantung meningkat karena kandungan kafein didalamnya. Seledri ‘hanya’ mengandung air, serat dan sedikit vitamin C.

8. a. Benar. Risiko wanita terkena depresi sekitar 20 persen, sementara pria hanya 10 persen. Sebenarnya hasil penelitian ini bervariasi, antara 10-26 persen bagi wanita, dan 5-13 persen bagi pria. Namun tetap saja jumlah wanita dua kali lipat dari pria.

9. e. Tidak satu pun. Depresi dan stres memiliki banyak ‘wajah’, dan gejala pada masing-masing orang bisa berbeda-beda. Rasa lelah, kurang nafsu makan, dan kecemasan adalah gejala depresi yang paling umum.

10. d. Semua jawaban di atas. Perubahan perilaku secara mendadak sering merupakan gejala depresi, termasuk diantaranya pelupa, kurang motivasi, dan sulit bekerja sama. Meski kedengarannya aneh, beberapa orang yang depresi senang bekerja lembur untuk menghindari stres di rumah.

11. a. Benar. Kecenderungan untuk merasa tertekan dipengaruhi oleh faktor genetik. Tetapi, depresi--seperti juga penyakit mental lainnya--sangat rumit. Memiliki sejarah keluarga depresi tidak selalu berarti Anda akan depresi juga.

12. d. Pulang larut malam. Anak yang depresi kerap sangat ‘mengganggu’ dan atau mengeluhkan sakit fisik—yang membuatnya sulit untuk membedakan antara depresi atau kelakuan remaja yang normal. (tut/dari berbagai sumber)

0 Comments:

Post a Comment

<< Home