Monday, July 25, 2005

MUARA KEBAHAGIAAN

Hitungan hari kadang banyak menyisakan serakan kepedihan, penyesalah dan rasa pahit. Dari kenyataan yang tak seindah harapan, ataupun hasil yangdidamba tak sepadan dengan pengorbanan yang dirasa, hingga penghianatan ataskepercayaan yang merobek jalinan itu. Desahan nafas yang berat dantersenggal, gerakan tulang yang bersimbah peluh karena beban utuh di bahu,dan tuntutan hidup yang semakin menggila, meyeret kaki tanpa bisa terkendalike jalan-jalan tanda tanya, bahkan mungkin tanpa mengindahkan lagirambu-rambu benar atau salah. Lalu dimanakah kebahagiaan?

"Kebahagiaan" sepenggal kata yang dikejar dan diburu setiap insan yang bernyawa. Kadang atas nama memperjuangkan kata itu, setiap orang membenarkanapa yang salah dan menyalahkan apa yang benar. Banyak yang menyandarkan kata kebahagiaan dengan materi, orang yang kaya adalah orang yang bahagia.Benarkah???

Kebahagiaan ada karena ada kesedihan, coba di dunia ini tidak ada rasasedih. Mungkin tidak ada juga yang namanya bahagia, begitupula kesedihan adakarena ada kebahagiaan. Tapi sayang orang hanya menilai sisi kebahagiaan itudari segi materi saja, dan orang menyangka kebahagiaan itu akan di dapatsetelah mendapatkan harta yang melimpah ruah. Benar memang salah satu faktorkebahagiaan itu adalah materi atau kekayaan yang kita miliki, atautercukupinya kebutuhan kita sehari-hari, yang bahkan mungkin melebihi darikebutuhan kita, tapi itu bukanlah satu-satunya faktor kebahagiaan.

Karena banyak orang yang menyandarkan kebahagiaan pada materilah, yang mengakibatkan orang akan berbuat apa saja tanpa memperdulikan sekitar,nilai-nilai, dan aturan. Bahkan demi materi orang tak segan menginjakmartabat kemanusiaan bahkan menghabisi hidup orang-orang. Seperti di Negeriini, yang begitu kaya tak terhingga tapi penduduknya tidaklah sejahtera,mungkin karena korupsi yang semakin menggila!! Demi materi yang di usungsebagai simbol kebahagiaan orang rela merapok harta milik sang rakyat Negeri, hingga rakyat menjerit dalam kubangan kemelaratan dan penderitaan.Haruskah kebahagiaan berdiri diatas derai airmata dan simbahan darah orang-orang ???

Bukanlah merupakan kesalahan kalau kita berusaha seoptimal mungkinmendapatkan materi. Tapi jangan sampai mepertuhankan materi, memuja materidi atas segala-galanya. Gengamlah materi tapi jangan sampai kita digengam oleh materi. Banyak orang baik-baik ketika hidup sederhana, tapi gelap mataketika mendapatkan materi yang melimpah. Walau tak semua orang seperti itu.

Lalu dimanakah kebahagiaan itu bermuara??? Agar saat dahaga bisa menyegarkan hidup yang tak mudah ini. Ah.... ku coba mencarinya lewat warnadan cipta yang kulihat, lewat kata yang kubaca, lewat udara yang kuhirup,lewat rasa yang ku kecup, lewat kehangantan cahaya surya, dan lewat indahnyasuara yang kudengar, hingga kucari dari indahnya lengkung senyum orang-orang yang kusapa.

Kutemukan !!!!!, ah muara itu ternyata begitu dekat, bahkan termat. Yabahagia itu ada dalam jiwa ini, bersemayan indah dalam kalbu....! akubahagia karena kutemukan muara bahagia itu. Kesalahan selama ini karenamenggantungkan kebahagiaan pada sesuatu yang ada diluar jangkauan kita.Menggantungkan kebahagiaan pada orang lain adalah sebuah kesalahan, karenayang bisa membuat kita bahagia adalah diri kita sendiri dan cara kitamenyikapi dan mensyukuri apa yang kita temukan dan dapatkan dalam hidup ini.

Muara kebahagiaan itu begitu dekat dan indah dirasa, seandainya kita semua menyadari hadirnya, bahkan dalam setiap desahan nafas kita. Cobalah rasakanlebih dalam dan lihat lebih dekat, maka akan kita temukan muara kebahagiaanitu. Seandainya kau temukan muara itu, maka berbagilah. Sungguh berlipatpula kebahagiaan yang bermuara untukmu.

0 Comments:

Post a Comment

<< Home