Tuesday, July 26, 2005

MANUSIA MENCARI BAHAGIA,KESERAKAHAN ADALAH PENDERITAAN

Setiap orang menginginkan hidup bahagia. Setiap orang tidak menginginkan hidup menderita. Selama hidup di dunia ini manusia ingin bahagia, dan sesudah kematian pun ingin hidup bahagia. Kadang manusia rela hidup menderita, dengan harapan dapat hidup bahagia di surga.
Tetapi apakah kebahagiaan itu?
Kebahagiaan, seperti halnya kebenaran, keadilan, keindahan, kebaikan, adalah nilai kualitas. Kebahagiaan dan kebaikan itu hanya terasakan adanya. Manusia merasakan kebaikan dan kebahagiaan orang lain. Manusia tidak menyadari kebaikan dan kebahagiaannya sendiri. Manusia selalu merasa kurang baik dan kurang bahagia meskipun orang lain mengatakannya sebagai baik dan bahagia.
Sebagaimana kata sifat yang lain, bahagia berada di luar pengalaman manusia. Bahagia itu terlalu besar dan terlalu luas bagi manusia. Bahagia itu berada di luar manusia, tak terbatas. Karena tak terbatas, maka kehadirannya pada manusia juga hanya bagian-bagiannya saja. Keindahan dan kebaikan juga demikian. Selama hidup di dunia ini manusia tidak mungkin mengalami dan memahami kebahagiaan, keindahan, kebaikan, kebenaran, keadilan, yang absolut dan sebenar-benarnya itu. Kebahagiaan adalah kualitas yang begitu akbar.
Inilah sebabnya orang tidak pernah sepakat tentang suatu rumusan apa yang disebut bahagia. Rumusan tentang suatu kualitas keberadaan selalu merupakan reduksi atau pemiskinan kualitas itu sendiri. Itu semua karena kebahagiaan itu hanya hadir sepotong-sepotong pada manusia.
Manusia itu terbatas oleh kodratnya, dan dengan demikian tak mungkin memasuki kualitas yang tidak terbatas itu. Tidak mengherankan apabila manusia cenderung mempunyai agama. Agama-agama menjanjikan hidup bahagia setelah kematian. Kebahagiaan itu kebahagiaan absolut karena akan bersama Tuhan yang Kebahagiaan, Kebaikan, Keadilan, Keindahan, Kebenaran itu sendiri. Semua tanpa batas. Kita pun tak berani membayangkannya.
Kita hanya dapat percaya. Hanya saja agama-agama tidak menjanjikan hidup di dunia ini selalu bahagia. Pepatah rakyat Yugoslavia mengatakan bahwa Tuhan tidak mencintai manusia yang selalu hidup "bahagia". Atau pepatah : kalau tidak ada penderitaan, tak mungkin ada kebahagiaan.
Penderitaan di dunia, ketidakbahagiaan di dunia, menjadi salah satu syarat menemukan Kebahagiaan Abadi. Dunia ini samudra air mata, Berbahagialah hai kamu yang sekarang ini menangis, karena kamu akan tertawa. Jadi, untuk tidak bahagiakah manusia hidup? Dan mengapa manusia mengejar apa yang disebut bahagia? Bahagia macam manakah yang ada dalam hidup ini? Apakah hidup bahagia itu sama dengan hidup bersenang-senang? Apakah penderitaan itu juga dapat bahagia?
Ternyata kebahagiaan tidak ada hubungannya dengan kekayaan dan kemiskinan. Kebahagiaan adalah sejenis sikap, suatu cara berpikir dan cara mengada.
Kebahagiaan tidak ditentukan oleh hal-hal di luar diri manusia. Kebahagiaan itu ada dalam diri tiap manusia itu sendiri, tinggal memilih apakah saya akan hidup bahagia atau tidak.
Tidak ada bahagia tanpa cinta. Tentu saja berbeda antara cinta dan "cinta". Cinta itu sendiri adalah kualitas, begitu besar dan tanpa batas yang jelas. Tetapi tiap manusia merasakan getaran hadirnya Cinta itu. Celakalah manusia yang hatinya tidak tergetar, nuraninya mati, ketika matanya tidak melihat Cinta, ketika telinganya tidak mendengar lagi Cinta. Hiduplah dalam Cinta seperti engkau lihat Cinta itu hadir di sekitarmu.
Tidak ada bahagia tanpa kebenaran dan kebaikan. Kebenaran dan kebaikan juga kualitas yang dapat jadi masalah kalau dirumuskan secara rasional. Yang benar dan yang baik hanya ada di kepala tiap orang. Suatu perbuatan bisa tidak baik dan tidak benar bagi seseorang, tetapi bisa benar dan baik bagi yang lain. Namun sebagaimana kebahagiaan, kebenaran dan kebaikan adalah kehadiran lewat perbuatan. Bahagialah manusia yang matanya mampu melihat kebaikan dan kebenaran, telinganya mampu mendengar kebaikan dan kebenaran, dan hati nuraninya tergetar oleh apa yang dilihat dan didengarnya.
Hiduplah dalam kebaikan dan kebenaran, karena dosa adalah sumber kedukaan. Celakalah mereka yang mati hati nuraninya terhadap kebaikan dan kebenaran, karena kedukaan mereka akan abadi. Tidak ada kebahagiaan tanpa kegembiraan dan suka cita. Suka cita itu juga kualitas. Bobotnya bisa berbeda-beda. Suka cita sejati adalah kebohongan, penuh permainan, tanpa beban, gratis terberi, dan mencukupi diri sendiri. Humor dan ketawa itu mahal harganya. Sebuah suka cita sanggup melenyapkan seribu duka, begitu pepatah China. Manusia harus berlatih diri untuk dapat menguasai sikap suka cita ini.
Suka cita adalah sikap penuh harapan, optimistik, tanpa beban meskipun berbeban, santai penuh permainan. Dalam permainan, kalah dan menang, berhasil dan kegagalan, hanyalah masalah waktu. Untuk itu diperlukan kesabaran, menerima apa yang memang tak terelakkan, karena manusia memang memiliki batas.
Tidak ada bahagia tanpa merasa puas atas kecukupannya. Manusia yang tidak pernah merasa puas dan tidak merasa cukup adalah penderitaan. Ibaratnya ular yang mau menelan gajah. Di sini kemiskinan menjamin kebahagiaan. Manusia yang tidak pernah merasa cukup, manusia serakah, tidak akan puas kalaupun harta seluruh dunia menjadi miliknya; kalaupun seluruh umat manusia di bawah perintahnya. Orang begini, surga pun dicelanya. Kritiknya tiada habis karena orang begini tidak mengenal kesempurnaan dan kesederhanaan.Tidak ada bahagia tanpa kedamaian dan ketenteraman. Ini juga kualitas, kehadirannya hanya bisa diselami, dirasakan, oleh yang mengalaminya. Hati yang damai menikmati semua yang datang padanya, juga penderitaan.
Mereka yang menolak sakit, menolak kematian, menolak kekurangan, menolak kegagalan, adalah penderitaan.Itulah beberapa rumusan rasional tentang hidup bahagia. Jelas ini tidak memadai. Mereka yang bahagia tentu akan merasakan bahwa banyak aspek bahagia tidak disebabkan di sini. Bahagia itu tidak dapat dirumuskan, tidak dapat dikatakan. Ia ada, hadir, tanpa terasa, tetapi memang ada dan terasa bagi orang lain. Mereka yang bahagia tidak akan merasakan berlalunya waktu. Mereka yang bahagia terjebak dalam kekinian, yakni keabadian. Waktu manusia tidak cukup untuk menampung apa yang disebut manusia bahagia.
Mereka yang bahagia, cerdas dalam nurani, dalam spiritualitas. Spiritualitas berarti berkaitan dengan keseluruhan yang lebih luas, lebih dalam, dan lebih kaya, sehingga keterbatasan manusia diletakkan dalam cakrawala baru. Bahagia adalah kreatif, bukan konsumtif. Produktif, bukan mandul. Kemandegan adalah ketidakbahagiaan.
*Oleh : Jakob Soemardjo, Sastrawan/Budayawan

Monday, July 25, 2005

MUARA KEBAHAGIAAN

Hitungan hari kadang banyak menyisakan serakan kepedihan, penyesalah dan rasa pahit. Dari kenyataan yang tak seindah harapan, ataupun hasil yangdidamba tak sepadan dengan pengorbanan yang dirasa, hingga penghianatan ataskepercayaan yang merobek jalinan itu. Desahan nafas yang berat dantersenggal, gerakan tulang yang bersimbah peluh karena beban utuh di bahu,dan tuntutan hidup yang semakin menggila, meyeret kaki tanpa bisa terkendalike jalan-jalan tanda tanya, bahkan mungkin tanpa mengindahkan lagirambu-rambu benar atau salah. Lalu dimanakah kebahagiaan?

"Kebahagiaan" sepenggal kata yang dikejar dan diburu setiap insan yang bernyawa. Kadang atas nama memperjuangkan kata itu, setiap orang membenarkanapa yang salah dan menyalahkan apa yang benar. Banyak yang menyandarkan kata kebahagiaan dengan materi, orang yang kaya adalah orang yang bahagia.Benarkah???

Kebahagiaan ada karena ada kesedihan, coba di dunia ini tidak ada rasasedih. Mungkin tidak ada juga yang namanya bahagia, begitupula kesedihan adakarena ada kebahagiaan. Tapi sayang orang hanya menilai sisi kebahagiaan itudari segi materi saja, dan orang menyangka kebahagiaan itu akan di dapatsetelah mendapatkan harta yang melimpah ruah. Benar memang salah satu faktorkebahagiaan itu adalah materi atau kekayaan yang kita miliki, atautercukupinya kebutuhan kita sehari-hari, yang bahkan mungkin melebihi darikebutuhan kita, tapi itu bukanlah satu-satunya faktor kebahagiaan.

Karena banyak orang yang menyandarkan kebahagiaan pada materilah, yang mengakibatkan orang akan berbuat apa saja tanpa memperdulikan sekitar,nilai-nilai, dan aturan. Bahkan demi materi orang tak segan menginjakmartabat kemanusiaan bahkan menghabisi hidup orang-orang. Seperti di Negeriini, yang begitu kaya tak terhingga tapi penduduknya tidaklah sejahtera,mungkin karena korupsi yang semakin menggila!! Demi materi yang di usungsebagai simbol kebahagiaan orang rela merapok harta milik sang rakyat Negeri, hingga rakyat menjerit dalam kubangan kemelaratan dan penderitaan.Haruskah kebahagiaan berdiri diatas derai airmata dan simbahan darah orang-orang ???

Bukanlah merupakan kesalahan kalau kita berusaha seoptimal mungkinmendapatkan materi. Tapi jangan sampai mepertuhankan materi, memuja materidi atas segala-galanya. Gengamlah materi tapi jangan sampai kita digengam oleh materi. Banyak orang baik-baik ketika hidup sederhana, tapi gelap mataketika mendapatkan materi yang melimpah. Walau tak semua orang seperti itu.

Lalu dimanakah kebahagiaan itu bermuara??? Agar saat dahaga bisa menyegarkan hidup yang tak mudah ini. Ah.... ku coba mencarinya lewat warnadan cipta yang kulihat, lewat kata yang kubaca, lewat udara yang kuhirup,lewat rasa yang ku kecup, lewat kehangantan cahaya surya, dan lewat indahnyasuara yang kudengar, hingga kucari dari indahnya lengkung senyum orang-orang yang kusapa.

Kutemukan !!!!!, ah muara itu ternyata begitu dekat, bahkan termat. Yabahagia itu ada dalam jiwa ini, bersemayan indah dalam kalbu....! akubahagia karena kutemukan muara bahagia itu. Kesalahan selama ini karenamenggantungkan kebahagiaan pada sesuatu yang ada diluar jangkauan kita.Menggantungkan kebahagiaan pada orang lain adalah sebuah kesalahan, karenayang bisa membuat kita bahagia adalah diri kita sendiri dan cara kitamenyikapi dan mensyukuri apa yang kita temukan dan dapatkan dalam hidup ini.

Muara kebahagiaan itu begitu dekat dan indah dirasa, seandainya kita semua menyadari hadirnya, bahkan dalam setiap desahan nafas kita. Cobalah rasakanlebih dalam dan lihat lebih dekat, maka akan kita temukan muara kebahagiaanitu. Seandainya kau temukan muara itu, maka berbagilah. Sungguh berlipatpula kebahagiaan yang bermuara untukmu.

MENGARAHKAN HARAPAN

Salah satu hal yang berpotensi membuat kita terpuruk, jatuh dalam kepedihan adalah jika harapan kita tidak terpenuhi. Kita terkadang terlalu optimis akan mendapatkan hasil yang bagus dari apa-apa yang kita persiapkan. Hal itu bisa menyebabkan kita terlena sehingga lupa bahwa ada skenario lain yang digariskan oleh Allah.

Memang benar bahwa kita harus optimis dengan segala ikhtiar yang kita lakukan. Dan kita juga menyadari bahwa dengan harapan itulah kita memiliki semangat yang kuat untuk mencapai sesuatu. Yang perlu kita latih adalah menanamkan dalam diri kita bahwa ada kondisi-kondisi tertentu yang tidak dapat kita kendalikan!

Kita terkadang terlupa bahwa satu-satunya harapan hanyalah kepada Allah. Ketika memulai segala sesuatu memang kita sudah mengawali dengan 'karena Allah'. Tetapi terkadang dalam perjalanannya, terjadi perubahan-perubahan karena bolak-baliknya hati kita. Perubahan juga bisa terjadi karena pengaruh orang-orang di sekitar kita. Inilah saat-saat yang sangat penting untuk kita jaga. Sebaiknya kita menyadari bahwa bolak-baliknya hati itu sesuatu yang normal dan akan dialami oleh semua orang dengan segala tingkatan kesholehannya. Lingkungan juga wajar saja mempengaruhi kita karena memang kita tinggal dan menjadi bagian di dalamnya.

Kita juga sering terlupa, menitipkan harapan kita kepada kemampuan diri kita atau kemampuan orang lain. Padahal semua itu hanyalah harapan yang semu. Barangsiapa yang berharap kepada mahluk, maka Allah akan memutuskan harapan itu.

Adalah sangat penting bagi kita untuk berpegang teguh dengan tujuan. Mungkin jalan menuju ke tujuan tidak seideal yang kita rencanakan. Jika kita selalu berpegang teguh kepad tujuan, insya Allah akan ada solusinya. Memang di tahapan ini kita memerlukan kemampuan untuk mencari berbagai alternatif untuk mencapai tujuan itu.

Kelemahan kita adalah jika menganggap jenis ikhtiar inilah satu-satunya jalan. Kita mulai terlena, hanya menggantungkan harapan pada satu jenis ikhtiar saja. Maka ketika jalan itu buntu, kita menjadi kelabakan dan tidak terkendali.

Bagi mereka yang sudah terlatih maka mereka segera mencari jalan lain untuk mencapai tujuan itu. Mungkin memerlukan waktu agak lama dan prosedur yang panjang, tetapi hal ini jauh lebih baik daripada kita tergolong orang yang lemah, karena tidak bersungguh-sungguh untuk mencapai tujuan.

Saudaraku, tentu saja ikhtiar alternatif ini tidak menjamin tercapainya harapan kita. Tetapi setidaknya kita sudah berusaha mengoptimalkan segala potensi kita untuk berusaha mencapainya. Walaupun belum berhasil tetapi kita sudah berusaha menyempurnakan pekerjaan kita, karena sukses atau tidaknya sebuah usaha adalah urusan Allah.

Dan kita sebaiknya berjuang sekuat-kuatnya supaya kita memastikan, jikalau usaha ini belum sukses, ini bukan terjadi karena lemahnya usaha kita. Jika memang belum sukses, ini semata-mata karena memang Allah menghendaki demikian.

Alangkah indahnya jika kita selalu menjaga kualitas ikhtiar kita dan selalu menjaga agar harapan kita hanya kepada Allah SWT. "Wahai Allah, kami serahkan semua urusan padamu, maka buatlah hati kami ridho dengan semua ketentuanMu."

BERPIKIR NEGATIF TIDAK MENGUTUNGKAN

Berpikir Negatif Tidak Menguntungkan

"No empowerment is so effective as self-empowerment. In this world, the optimists have it, not because they are always right, but because they are positive. Even when wrong, they are positive, and that is the way of achievement. – Tidak ada kekuatan yang paling efektif dibandingkan kekuatan dari dalam diri sendiri. Di dunia ini, hanya orang-orang optimis yang mempunyai kekuatan besar. Bahkan ketika segalanya berjalan keliru, mereka tetap positif dan itulah jalan menuju prestasi."
David Landes - California

Berdasarkan beberapa penelitian ilmiah disimpulkan bahwa berpikir negatif memberikan pengaruh buruk yang lebih besar dibandingkan dengan dampak positifnya. Salah satu pengaruh berpikir negatif adalah melemahkan sistem kekebalan tubuh. Berpikir negatif juga menyebabkan seseorang tertekan dan kehilangan banyak energi. Dampak yang lebih buruk dari berpikir negatif adalah mengakibatkan seseorang tidak mampu lagi berbuat sesuatu untuk menciptakan prestasi maupun kebahagiaan.

Kisah asmara sepasang muda-mudi berikut ini menjelaskan bagaimana pikiran yang negatif menyebabkan kisah asmara itu kandas begitu saja. Tragedi itu bermula ketika pemuda tersebut harus pergi berjuang ke medan perang. Pada saat menghadapi peperangan, kaki kanannya putus terkena bom. Ia merasa tidak lagi pantas memiliki gadis pujaan hati karena cacat kaki.
Terpaksa ia meminta bantuan temannya agar memberitahu kekasihnya itu bahwa ia sudah gugur di medan peperangan. Pasca kejadian itu, ia justru melalui hari-hari dengan keputusasaan, karena ia masih sangat mencintai wanita itu. Hingga suatu ketika ia mendengar bahwa mantan kekasihnya akan segera menikah.

Pemuda tersebut merasa senang bercampur sedih. Di satu sisi ia senang kekasih hatinya sudah dapat menemukan pengganti, tetapi ia sedih karena kekasihnya akan segera menjadi milik orang lain. Pemuda tersebut ingin melihat mantan kekasihnya tersenyum bahagia. Ia sengaja datang pada acara pernikahan dan terus memperhatikan wanita itu secara diam-diam.
Tetapi ia sangat terperanjat ketika melihat calon suami kekasihnya itu. Sebab pria itu adalah teman seperjuangan yang terputus kedua kakinya akibat perang. Pemuda tersebut sangat menyesal mengapa dulu ia berpikir negatif dan terburu-buru memutuskan untuk mengundurkan diri karena kakinya terputus satu. Mengapa ia tidak menemui kekasihnya terlebih dahulu dan menanyakan secara langsung? Tetapi semua sudah terlambat, pemikiran negatif hanya meninggalkan penyesalan.

Kisah tersebut sebenarnya menegaskan bahwa kita seharusnya memikirkan kemungkinan terbaik terlebih dahulu, sebelum memikirkan kemungkinan terburuk. Sebab apa yang terjadi di depan nanti mungkin jauh lebih baik dari apa yang kita pikirkan. Semoga kita mempunyai satu kesamaan pendapat bahwa berpikir positif itu jauh lebih menguntungkan.
Karena itu budayakan berpikir positif dalam hidup Anda. Kemampuan berpikir positif terbentuk oleh kebiasaan-kebiasaan yang positif pula. Berikut ini merupakan tips mengkondisikan diri agar setiap saat berpikir positif.

Tips yang pertama adalah mengurangi informasi negatif. Mungkin Anda cenderung lebih sering mendengar berita tentang tragedi maupun tindak kejahatan, penindasan, penyelewengan dan lain sebagainya. Tetapi berita tentang keharmonisan, kepedulian, kejujuran dan cinta kasih seringkali luput dari perhatian. Maka mulai saat ini kurangi informasi tentang hal-hal yang negatif. Pada saat yang sama, konsumsi berita-berita yang membangkitkan optimisme. Ada baiknya jika Anda berusaha bergaul hanya dengan orang-orang yang secara pasti memberikan masukan positif terhadap cara berpikir. Brian Tracy mengatakan, "Get around the right people. Associate with positive, goal-oriented people who encourage and inspire you. – Bergaulah dengan orang yang tepat. Bekerjasamalah dengan orang yang positif, yang berorientasi kepada hasil, mereka yang membangkitkan semangat dan menginspirasikan banyak hal kepadamu." Dengan demikian, lambat laun cara berpikir Anda akan lebih positif.

Tips yang kedua adalah memfokuskan diri hanya kepada hal-hal yang positif. Dalam hal ini Anda dituntut untuk lebih mensyukuri karunia Tuhan Yang Maha Esa. Daripada memikirkan tentang sesuatu yang hilang dalam hidup, akan lebih baik bila Anda membuat daftar anugrah Tuhan YME yang membuat Anda merasa lebih bersyukur.

Contohnya jika Anda sedang kesal atas kemalangan yang menimpa, mungkin berupa ban kempes, macet, pekerjaan belum beres, kehilangan dan lain sebagainya. Daripada terus memikirkan kemalangan itu, apakah tidak sebaiknya Anda merenungkan betapa besar anugrah Tuhan Yang Maha Esa, karena keajaiban kerja milyaran sel dalam tubuh Anda. Anugerah itu memungkinkan Anda tetap bernafas, melihat, mendengar, dan lain sebagainya. Pada saat itulah, Anda akan dapat merasakan bahwa kemalangan yang sedang Anda alami tidaklah seberapa dibandingkan anugrah Tuhan YME. Sehingga Anda dapat berpikir positif lagi dan dapat menyelesaikan pekerjaan dengan baik.

Tips selanjutnya adalah menerima kejadian apa adanya dan menghilangkan kesan negatif atau trauma. Namun jika trauma itu benar-benar sulit dihilangkan, bukan berarti itu merupakan tanda-tanda kelemahan Anda. Cobalah sekali lagi memikirkan solusi-solusi konstruktif dan melakukan sesuatu yang memudahkan usaha Anda melupakan segala trauma atau kesan negatif.

Sebaiknya praktekkan beberapa tips tersebut minimal dalam kurun waktu satu bulan. Pada saat itu Anda dapat menilai bahwa cara berpikir sangat menentukan apakah Anda mampu memperoleh hasil negatif ataukah positif. Kata Zig Ziglar, "It's not the situation, but wheather we react (negative) or respond (positive) to the situation that's important. – Bukan persoalan situasinya yang tidak tepat, yang terpenting adalah bagaimana kita mereaksi atau merespon situasi tersebut." Pada saat yang sama Anda akan dapat menilai apakah benar berpikir positif sangat memudahkan Anda menjalani kehidupan ini? Setelah itu barulah Anda boleh memutuskan untuk berpikir negatif ataukah berpikir positif saja. Saya sangat yakin Anda mengerti mana yang harus dipilih!

Sumber: Berpikir Negatif Tidak Menguntungkan oleh Andrew Ho. Andrew Ho adalah salah satu motivator terbaik di Asia.

KUNCI SUKSES BERPIKIR POSITIF

Kunci Sukses Berpikir Berpositif

Mau tahu kunci kesuksesan hidup? Berpikirlah positif. Ya, berpikir positif membuat Anda maju dan sukses. Dengan pikiran yang positif Anda dapat menjalani segala sesuatu tanpa terbebani oleh seribu pikiran buruk. Anda juga terhindar dari perasaan takut gagal. Jalan di depan Anda pun selalu terasa lapang.

Berpikir positif juga menyehatkan. Donald C. Cole, MD, peneliti senior pada Institute for Work and Health di Toronto, menyatakan berpikir positif membantu kesembuhan seseorang, bahkan yang terkena penyakit kronis. Ini bukan omong kosong klise belaka. Salah satu alasannya, karena itu memberi perasaan memiliki kendali atas kesehatan tubuh dan masa depan Anda, jelas psikolog klinis Elizabeth Carl, PhD.

Anda ingin tahu bagaimana langkah berpikir positif itu? Ikuti jurus-jurus berikut ini.

Bangkitkan motivasi. Membangkitkan motivasi diri yang kuat dan menambah wawasan yang memperkuat berpikir positif merupakan langkah penting. Pengukuran kualitatif motivasi dapat dilakukan dengan memberikan pemisalan negative case jika suatu tujuan tak tercapai. Misalnya, renungkanlah kemungkinan jika Anda tak diterima kerja? Dari jawaban Anda, Anda dapat memprediksi dan merasakan seberapa kuat motivasi Anda untuk diterima kerja.

Yakinlah bisa.
Kelemahan motivasi acap disebabkan oleh pikiran negatif tentang kemampuan diri sendiri, atau tentang mekanisme gerak kehidupan. Cobalah untuk membangkitkan konsep diri positif pada diri Anda. "Jika saya berpikir bahwa saya bisa, maka saya bisa." Katakan setiap ingin melakukan apapun. Yakinkan bahwa Anda bisa. Jika saat ini gagal, berusahalah terus-menerus tanpa kenal lelah. Percayalah, sugesti dari dalam diri dapat membantu Anda mempercepat mencapai proses yang Anda harapkan.

Jangan fatalistis.
Jauhkan paham fatalisme yang menyerah pada nasib. Ini punya pengaruh kuat dalam diri Anda untuk membenarkan kegagalan. Menyandarkan kesalahan atau kelemahan pada takdir, yang pengejawantahannya seperti dalam pernyataan bahwa "Saya pada dasarnya bodoh", misalnya, merupakan sumber negative thinking yang signifikan. Anda harus memeranginya, jika ide tersebut ada pada diri Anda.

Lihat sisi baik.
Pandanglah sesuatu dari sisi baiknya. Karena berpikir positif adalah memandang segala sesuatu dari sisi pandang kebaikannya. Orang yang berpikir positif akan memandang keterbatasan kemampuannya pada suatu saat. Bukan sebagai suatu "kebodohan yang menimbulkan berbagai kesialan", tapi memandangnya sebagai suatu tantangan yang amat nikmat untuk diatasi. Orang yang berpikir positif akan memandang perjuangan dan harapan. Orang yang berpikir positif akan memandang keterbatasan ekonominya sebagai suatu sarana untuk hidup sederhana. Dan dengan kesederhanaan ini ia akan mencapai kebahagiaan.

Mandiri selalu.
Pertahankan kebebasan Anda. Kebebasan adalah sesuatu yang paling bernilai yang dimiliki setiap orang. Kekebasan untuk berpikir, mencipta, akan tumbuh seperti yang Anda harapkan, tentunya dengan cara yang positif. Ketika Anda menjadi amat tergantung pada orang lain, Anda akan berpikir destruktif dan menjadi malas.

Tumbuhkan sikap ketaktergantungan segera mungkin.
Bertanggungjawablah pada hidup dan tindakan yang Anda lakukan. Sekali Anda merasa mampu mengontrol hidup, Anda memulai perjalanan pikiran positif Anda. Selalu ingat ketika Anda sedang memiliki masalah dengan berpikiran positif. "Anda adalah apa yang Anda pikirkan, dan Anda merasa apa yang Anda inginkan." Dengan melakukan ini, Anda akan selalu menjadi seorang pemenang dan seorang survivor ketika masa-masa sulit.

PAHAMI TUJUAN HIDUP

Pahami Tujuan Hidup

"People with goals succeed because they know where they're going.
– Orang-orang yang mempunyai suatu target berhasil mencapai sukses,
sebab mereka mengetahui kemana arah langkah mereka."
Earl Nightingale

Bayangkan jika kita melihat seekor kucing yang mengejar seekor tikus.
Kemana pun tikus berlari maka kucing itu pun akan memperhatikan
dengan pandangan yang sangat tajam dan sewaktu-waktu dengan sigap
menyergap sang tikus. Tingkah kucing yang berlari kian kemari
mengejar tikus tentu suatu pemandangan yang wajar.

Namun persepsi kita akan berbeda jika salah satu di antara kedua
binatang tersebut tidak kelihatan. Misalnya saja hanya kucingnya yang
nampak, sedangkan tikusnya tidak. Maka tingkah kucing itu tentu
membuat kita tertawa. Sebab kita tidak mengetahui sasaran yang sedang
dibidik oleh kucing tersebut.

Kiasan di atas dapat diartikan bahwasanya manusia mempunyai keunikan
bakat dan kemampuan yang berbeda-beda. Oleh sebab itu, di antara
manusia juga mempunyai perbedaan tujuan hidup. Si A misalnya boleh
merasa aneh dengan tingkah laku Si B, sebab Si A tidak mengetahui
tujuan yang hendak dicapai oleh Si B.

Henry Ford mempunyai bakat dan tujuan hidup yang berbeda dengan Walt
Disney, Andrew Carnegie, dan lain sebagainya. Henry Ford mempunyai
tujuan memproduksi dan mendistribusikan mobil berkualitas secara
masal. Sedangkan Walt Disney mempunyai tujuan hidup membahagiakan
orang lain melalui hiburan. Lalu Andrew Carnegie ingin memproduksi
dan medistribusikan baja ke seluruh dunia, dan masih banyak contoh
lainnya. Faktanya, orang-orang yang sukses di dunia itu pasti
mempunyai tujuan hidup.

Masing-masing di antara kita tentu juga mempunyai tujuan hidup.
Tetapi saya heran mengapa tujuan hidup sebagian besar manusia di
dunia ini tidak mampu berperan penting dalam mencapai kesuksesan?
Setelah sekian lama saya mengamati, rupanya penyebab utama tujuan
hidup itu tidak dapat berfungsi sebagai langkah penting untuk
mencapai kesuksesan adalah ketidakmampuan kita sendiri dalam memahami
dan mendefisikan tujuan hidup tersebut.

Sebagian besar di antara kita memang mempunyai tujuan hidup, tetapi
terkadang jumlah tujuan hidup itu bisa sampai ratusan. Sifat tujuan
hidup itu pun masih rancu atau tidak terperinci secara pasti. Agar
hal itu tidak terjadi, maka sebaiknya buatlah konsep mengenai tujuan
hidup untuk jangka waktu tertentu, misalnya untuk 1 minggu ke depan,
1 bulan atau satu tahun ke depan.

Pengambilan keputusan merupakan tahap selanjutnya yang sangat
penting. Untuk itu berpikirlah lebih dalam, jernih dan terkontrol
sebelum benar-benar memutuskan apa tujuan hidup Anda. Sebuah pepatah
bijak mengatakan, "Your decisions determine your direction, and your
direction determines your destiny. – Keputusanmu menentukan arah
tujuan, dan tujuanmu menentukan keberuntunganmu." Karena itu Anda
akan memerlukan lebih banyak informasi agar dapat memutuskan sebuah
tujuan hidup yang paling tepat.

Sebagai contoh adalah keputusan Nelson Mandela. Berdasarkan
pengalaman dan latar belakang kehidupannya, ia memilih tujuan hidup
membebaskan rakyat Afrika Selatan dari tekanan politik rasialisme.
Sejak tahun 1942, ia sering terlibat aksi-aksi dan organisasi
politik. Kehidupan Nelson berubah sebagai konsekuensi atas
keputusannya terjun ke dunia politik.

Sepanjang tahun 1950-an, Mandela selalu menjadi korban tekanan
kekuasaan. Nelson dipenjarakan bertahun-tahun, berpindah-pindah dari
penjara pulau Robben, Pollsmoor di Cape Town, dan penjara Victor
Verster. Ia baru dibebaskan pada tanggal 11 Februari 1990.

Nelson berhasil menerima hadiah Perdamaian Nobel pada tahun 1993 dan
terpilih menjadi Presiden Afrika Selatan untuk masa jabatan 10 Mei
1994 hingga Juni 1999. Semua berawal dari keputusannya memperjuangkan
hak asasi manusia dan persamaan ras di Afrika Selatan sebagai tujuan
hidup. Karena itu membuat keputusan mengenai apa tujuan hidup Anda
merupakan langkah yang sangat penting.

Setelah membuat keputusan mengenai tujuan hidup, maka langkah
berikutnya adalah menuliskan tujuan hidup tersebut. Menuliskan tujuan
hidup dimaksudkan untuk memudahkan Anda memahaminya. Jika tujuan
hidup itu ditulis, itu artinya Anda sudah menciptakan instruksi yang
jelas mengenai apa yang harus Anda lakukan dan bagaimana
mengembangkan rencana berikutnya.

Langkah-langkah tersebut sangat efektif digunakan untuk dapat
memahami tujuan hidup. Pemahaman terhadap tujuan hidup sangat penting
sebab proses pencapaian tujuan hidup berkembang dari pemikiran hingga
menjadi sketsa, dari sketsa ke tindakan, dan dari tindakan ke
pencapaian yang sesungguhnya. Goethe mengatakan, "Hal terbesar di
dunia ini bukanlah dimana Anda berdiri, melainkan kemana Anda akan
pergi." Itu artinya, jika Anda mampu menetapkan, memahami dan
memperjelas tujuan hidup, maka kemungkinan untuk meraih sukses juga
akan lebih besar.

Sumber: Pahami Tujuan Hidup oleh Andrew Ho.

HIDUP ADALAH PILIHAN

Hidup Adalah Pilihan

Ada 2 buah bibit tanaman yang terhampar di sebuah ladang yang subur. Bibit yang pertama berkata, "Aku ingin tumbuh besar. Aku ingin menjejakkan akarku dalam-dalam di tanah ini, dan menjulangkan tunas-tunasku di atas kerasnya tanah ini. Aku ingin membentangkan semua tunasku, untuk menyampaikan salam musim semi. Aku ingin merasakan kehangatan matahari, dan kelembutan embun pagi di pucuk-pucuk daunku."

Dan bibit itu tumbuh, makin menjulang.

Bibit yang kedua bergumam. "Aku takut. Jika kutanamkan akarku ke dalam tanah ini, aku tak tahu, apa yang akan kutemui di bawah sana. Bukankah disana sangat gelap? Dan jika kuteroboskan tunasku keatas, bukankah nanti keindahan tunas-tunasku akan hilang? Tunasku ini pasti akan terkoyak. Apa yang akan terjadi jika tunasku terbuka, dan siput-siput mencoba untuk memakannya? Dan pasti, jika aku tumbuh dan merekah, semua anak kecil akan berusaha untuk mencabutku dari tanah. Tidak, akan lebih baik jika aku menunggu sampai semuanya aman."

Dan bibit itupun menunggu, dalam kesendirian.

Beberapa pekan kemudian, seekor ayam mengais tanah itu, menemukan bibit yang kedua tadi, dan mencaploknya segera.

Memang, selalu saja ada pilihan dalam hidup. Selalu saja ada lakon-lakon yang harus kita jalani. Namun, seringkali kita berada dalam kepesimisan, kengerian, keraguan, dan kebimbangan-kebimbangan yang kita ciptakan sendiri. Kita kerap terbuai dengan alasan-alasan untuk tak mau melangkah, tak mau menatap hidup. Karena hidup adalah pilihan, maka, hadapilah itu dengan gagah. Dan karena hidup adalah pilihan, maka, pilihlah dengan bijak.

RESEP AMPUH JADI PRIBADI TANGGUH

Resep Ampuh Jadi Pribadi Tangguh

Baik buruknya kehidupan kita ternyata sangat ditentukan oleh pikiran. Kendalikan pikiran ke arah positif, maka kita tidak menjadi sosok emosional melainkan faktual. Hidup kita akan bahagia, percaya diri, optimis, dan penuh gairah.

Pikiran merupakan kekuatan paling menakjubkan yang dianugerahkan Tuhan kepada manusia. Dengan kekuatan pikiran, manusia mampu menembus dasar bumi, menyelami kedalaman samudra, dan menjelajahi angkasa luar. Dengan kekuatan pikiran, manusia melahirkan ilmu-ilmu pengetahuan, membangun harapan-harapan baru, dan membuat mimpi-mimpi menjadi kenyataan. Bahkan, dengan kekuatan pikiran, kualitas hidup seseorang bisa ditentukan.

Para pakar kejiwaan memandang pikiran sebagai faktor terpenting bagi kehidupan manusia. Hampir semua sistem kehidupan kita, gerak tubuh, suasana hati, bahkan hidup kita, dikontrol oleh pikiran. Ketika kita melihat pacar atau pasangan kita berjalan di depan kita, pikiran kita mungkin akan memerintahkan mulut kita untuk menegurnya, menyuruh kaki kita mempercepat langkah, atau meminta kita untuk tidak melakukan apa- apa.

Demikian pula halnya dengan perasaan kita, dengan informasi yang terkumpul di otak, pikiran memberikan perintah-perintah khusus kepada "hati" untuk menentukan suasana yang diinginkan. Umpamanya, suatu hari kita ditinggal kekasih, pikiran kita akan memilih informasi-informasi yang berhubungan dengan kehidupan cinta kita dengannya, yang terekam oleh otak. Katakanlah pikiran kita memilih informasi yang berhubungan dengan hal-hal indah, yang pernah kita alami bersamanya. Pikiran kita akan mengolahnya dan menghasilkan instruksi, umpamanya, kita menyesal dan sedih karena semua keindahan itu harus berakhir.

Instruksi akan diteruskan ke "hati" melalui perangkat psikologis kita, dan perasaan kita pun menjadi sedih. Sebaliknya, apabila pikiran kita memilih informasi-informasi yang berhubungan dengan hal- hal menyebalkan dari si dia, umpamanya hidung peseknya, kebiasaan buruknya, atau kesukaannya berutang, pikiran kita akan mengolahnya menjadi instruksi bahwa kita senang dan bahagia karena mimpi buruk itu telah berakhir. Hati kita pun senang karenanya.

Faktual dan sensitif

Bila pengaruh pikiran sangat kuat terhadap perasaan kita, berarti kita orang faktual, orang yang selalu bertindak atau bersikap berdasarkan fakta. Tetapi bila pengaruh pikiran sangat lemah terhadap perasaan kita, maka kita termasuk orang sensitif.

Orang faktual biasanya lebih mampu mengendalikan perasaan. Soalnya, pikirannya mampu mengolah fakta-fakta yang terekam di otak secara lebih mendetil sebelum dimasukkan ke "hati". Sebaliknya, orang sensitif akan cenderung emosional, karena biasanya pada saat merespons realitas yang tengah dihadapi, pikirannya tidak mengolah kembali fakta-fakta yang terekam di otak, akan tetapi langsung memasukkannya ke dalam "hati" apa adanya. Ia mengolah informasi dengan perasaannya.

Untuk memperjelas, ambilah contoh seseorang tanpa sengaja melihat kekasihnya tengah duduk berdua dengan orang lain yang berlainan jenis kelamin dan tidak ia kenal. Bila dia orang sensitif, otaknya merekam semua kejadian yang dilihatnya. Pikirannya tidak mengolah melainkan langsung meneruskannya ke dalam "hati" untuk diolah. Karena "hati"-nya yang mengolah, ia mungkin segera mendatangi mereka dan tanpa babibu langsung melayangkan bogem mentah.

Sebaliknya, bila ia seorang faktual, kejadian-kejadian tadi direkam di otaknya, diolah terlebih dahulu oleh pikiran sebelum diteruskan ke "hati". Pikirannya akan membuat pertimbangan-pertimbangan yang diperlukan. Bila kekurangan data, maka ia akan menghasilkan kemungkinan-kemungkinan lain. Misalnya, kemungkinan orang lain itu adalah saudara atau sahabat kekasihnya. Atau mungkin pula teman selingkuh kekasihnya. Kemungkinan-kemungkinan itu kemudian diteruskan ke "hati" sebagai perasaan ingin tahu. Karena pertimbangan pikiran inilah ia mungkin akan mendekatinya untuk mencari tahu hal sebenarnya, ketimbang langsung menghakimi.

Proses itulah yang menyebabkan orang faktual cenderung tenang, penuh perhitungan, dan mampu mengendalikan diri. Sebaliknya, orang sensitif cenderung cepat gelisah, tergesa-gesa dalam mengambil kesimpulan, tidak sabar, dan sukar mengendalikan diri.

Persepsikan kenyataan secara positif

Dengan pengoptimalan pikiran, kita dapat mengendalikan perasaan dan juga kehidupan ke arah yang kita inginkan. Dengan pikiran kita dapat mengubah perasaan sedih menjadi perasaan senang, takut menjadi berani, minder menjadi percaya diri, pesimis menjadi optimis, atau bosan menjadi penuh gairah. Maka tidak salah bila seorang filsuf, Marcus Aurelius, memiliki pandangan bahwa "Hidup kita ditentukan oleh pikiran".

Kalau berpikir tentang hal-hal menyenangkan, maka kita akan menjadi senang. Jika memikirkan hal-hal menyedihkan, kita akan sedih. Begitu pula bila berpikir soal hal-hal menakutkan kita akan menjadi takut.

Rasanya memang sulit dipercaya. Namun, itulah adanya. Stanley R. Welty, Presiden Wooster Brush Company, berpendapat, "Pada saat keluar rumah di pagi hari, kita sendirilah yang menentukan apakah hari itu akan jadi baik atau buruk, karena tergantung bagaimana kita menjalankan pikiran kita. Dapat tidaknya kita menikmati hari itu sangat tergantung pada cara kita berpikir."

Kalau merasa kantung kita menipis, lalu mengeluh seakan-akan kita orang paling sial, bisa jadi hari itu menjadi hari paling membosankan. Tapi bila kita bangun pagi, memandang keluar jendela dan melihat bagaimana burung-burung bersiul menyambut pagi sambil merasakan kesejukan embun, tanpa mempedulikan kantung yang semakin kempis, mungkin kita akan mendapati hari itu sebagai hari baik. Bagaimana pun cuaca hari itu, bagaimana pun beratnya masalah yang dipikul hari itu, pikiranlah yang menentukan kehidupan kita. Yang kita pikirkan ketika itu, itulah hidup kita.

Yang bisa dilakukan adalah mengendalikan pikiran. Jangan biarkan pikiran kita membuat perasaan menjadi tidak enak. Senantiasa persepsikan kenyataan secara positif.

"Bila perlu berusahalah tersenyum dalam menghadapi situasi sesulit apa pun. Ada saat-saat di mana kita harus pasrah dan tertawa. Humor dalam hidup ini sangat penting. Jangan lupa bahwa hal-hal sederhana ini dapat membantu Anda mempertahankan perspektif," kata Dale Carnegie, pendiri Dale Carnegie & Associates.

Bila dalam kesedihan kita mencoba tersenyum, sebenarnya kita tengah mencoba melepaskan diri dari perasaan sedih itu. Saat itu kita tengah menetralkan perasaan negatif di dalam diri. Hal ini sangat baik dan bisa membantu agar kita tidak terlalu larut dalam duka.

Demikian pula ketika tengah dihadapkan pada masalah-masalah berat, senyum kita sedikit banyak akan membantu melepaskan ketegangan. Selanjutnya, biarkan diri relaks, pandang kenyataan di hadapan kita secara positif, karena dengan begitu kita bisa mengambil hikmah dari
apa yang tengah dihadapi. Lalu pikirkan hal-hal yang dapat mengembalikan kegembiraan kita.

"Kalau ada masalah, relakslah. Santai saja. Pikirkan saja apa yang akan Anda lakukan selanjutnya, dan apa tindakan Anda untuk itu," kata Welty.

Memang, ada banyak hal yang menyakitkan, yang membuat kita cemas atau kesal. Namun jangan larutkan diri di dalamnya. Jangan biarkan masalah apa pun membuat kita patah semangat. Berpikirlah pada hal-hal positif yang bisa dilakukan. Biarkan semua masalah berlalu tanpa meninggalkan luka fatal.

Dengan begitu kita akan menjadi orang tangguh yang tak mudah jatuh. Pikiran kita menjadi terbiasa untuk selalu positif, dan kita akan lebih mudah mencapai cita-cita. Bukan cuma itu, pikiran positif serta kepercayaan diri kita akan menarik orang lain bergabung dengan kita. Mereka tidak akan membiarkan kita berjalan sendiri menghadapi semua masalah. Malah dengan senang hati akan menemani dan membantu kita melewati semua kesulitan. Dan yang lebih penting, hidup kita akan menjadi lebih menyenangkan.
(Ary Santosa Yudha)

Sumber: Disadur dari Majalah Intisari Edisi Maret 2001

SAAT HARUS MEMULAI CINTA YANG BARU

*Saat Harus Memulai Cinta Yang Baru*

Putus cinta memang menyakitkan. Apalagi jika hubungan yang harus disudahi itu telah berjalan bertahun-tahun. Kenangan indah yang dialami selama itu tidak akan hilang begitu saja. *But, life must goes on!* Sudah saatnya mencari cinta yang baru lagi.

Namun, apa yang harus kita lakukan kala cinta yang baru telah datang, sementara kita belum bisa melupakan cinta lama?

*Jadikan masa lalu sebagai pelajaran*

Yang lalu biarlah berlalu. Jangan lagi mengungkit-ngungkit masalah yang Anda alami bersama pacar lama pada pacar baru. Hal ini bisa membuat 'sakit' di hati Anda makin terasa. Jadikan saja masa lalu sebagai pelajaran. Berusahalah, jika mungkin, Anda tidak mengalami hal serupa dengan kekasih yang baru.-

*Bertindak hati-hati*

Tidak perlu terburu-buru untuk menjadikan hubungan berikutnya lebih serius. Nikmati saja apa adanya. Cari tahu seperti apa kekasih Anda. Ingat, hubungan yang dipaksakan dan terlampau cepat adalah awal dari kehancuran. *So, just do it slowly but sure...*

*Jangan membanding-bandingkan*

Jangan sekali-kali membandingkan kekasih baru Anda dengan "mantan". Karena yang Anda butuhkan jelas bukan pengganti yang "sejenis", melainkan hubungan baru yang membuat hidup Anda lebih baik, merasa dicintai dan mencintai sepenuhnya. Selain itu, tindakan membandingkan bisa membuat kekasih baru merasa dirinya sekadar pelarian karena Anda tak bisa melupakan kekasih lama.

*Positive Thinking*

Jangan cepat curiga pada apapun yang dilakukan atau dikatakan kekasih baru Anda. Apalagi jika Anda menyamakannya dengan kekasih lama. Itu adalah tindakan yang egois. Pada dasarnya tidak semua orang mau diperlakukan sama. Berilah ia kesempatan memperlihatkan jati diri. Memang tidak mudah, apalagi bagi Anda yang pernah patah hati. Pasti Anda akan terus dihantui oleh kecurigaan seperti itu kepada "calon" Anda.

*Membina hubungan dengan cara yang berbeda*

Salah satu cara untuk menghapuskan kenangan adalah menemukan cara baru dalam membina hubungan. Misalnya, jika dulu Anda sering pergi dengan kekasih lama ke *cafe*, maka cobalah pergi ke pantai, atau ke daerah pegunungan saat bersama pacar baru. Tak ada salahnya melakukan sesuatu yang dulu amat tidak disukai atau dilarang mantan pacar, siapa tahu si dia yang sekarang justru mendukung Anda bebas melakukannya.